Isnin, 1 Ogos 2016

HAJI MERAH

Aku selalu print artikel artikel dari indoprogress. Selalu yang ditulis panjang - panjang ni, aku lebih suka baca dalam bentuk 'fisikal' dari langsung menelaah melalu ipad/laptop.

Salah satu artikel yang menarik yang indoprogress publish beberapa bulan lepas bertajuk,'Andai Haji Misbach mimpin Ormas Islam'.

Aku baca berkali-kali artikel tu. Pagi kelmarin masa dalam perjalanan ke Maluri, aku baca lagi. Selalunya,tulisan yang bagus akan beri rasa yang tidak puas bila selesai membaca. Bila tak puas, kita akan sentiasa rindu - nak ramas isinya, nak hadam maksudnya, nak mendagingkan bait bait tulisan.

Dalam satu perenggan artikel, penulis tu tu kata macam ni, 
"Maka Haji Misbach pasti malu dengan sikap anak muda Islam hari ini. Petani dibunuh hanya kasihan. Buruh aksi hanya prihatin. Tentera pukul rakyat hanya pasrah. Padahal berulang ulang diseru Haji Misbach : 'Hai kaum proletar! Aturlah dengan segera barisan kita. Lemparlah si celaka kapitalis. pemuda Hindia! Jangan menjadi pengejoet pemogokan. Pimpinlah bangsamu yang tertindas!'

Kemudian Penulis menyambung,
"Bisa jadi Haji Misbach akan marah dengan ulama hari ini. Tiap ada kesusahan disuruh sabar. Ketika ada korupsi biar yang berwenang mengadili. Sewaktu ada penggususran dianggap cobaan. Apalagi kalau ada ulama katakan miskin dan kaya sudah takdir."

Entah pasal apa lah aku teringat Hadi Awang, Mat Sabu, Yahanana, geng tarekat, geng surau, pengerusi masjid, unit amal, polis moral, Haji Hajjah 20 kali pi mekah, ustaz ustazah ligat berceramah dalam televisyen lepas habis baca artikel.

Depa semua tu kenal ke tidak manusia bernama Haji Misbach?

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Jangan mesej gua nak pinjam duit pulak